Rombongan guru peserta program KLIC 2025 (Korean eLearning Improvement Cooperation) dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Indonesia tiba di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, dalam rangka melaksanakan kunjungan pendidikan dan penguatan wawasan global. Kedatangan rombongan disambut dengan suasana yang tertib dan modern, menandai dimulainya rangkaian kegiatan pembelajaran lintas budaya dan sistem pendidikan.
Setibanya di Gangwon Korea Selatan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju SD Negeri Bongdae sebagai sala
h satu tujuan utama kunjungan. Setibanya di sekolah, rombongan guru mendapatkan sambutan yang hangat dan penuh keramahan dari pihak sekolah serta para siswa. Anak-anak menyambut dengan antusias, menunjukkan sikap sopan santun dan budaya menghormati tamu yang menjadi ciri khas masyarakat Korea Selatan.
Acara penyambutan semakin semarak dengan penampilan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ditampilkan oleh para siswa. Beragam pertunjukan mulai dari Dance K-Pop, Ensamble Music, dan Cello Music hingga demonstrasi kegiatan olahraga ditampilkan dengan penuh percaya diri dan kreativitas. Penampilan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang bagaimana sekolah mendukung pengembangan minat dan bakat siswa secara menyeluruh.
Dalam kunjungan ini, rombongan guru juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas yang dimiliki oleh SD Negeri Bongdae. Sekolah ini memiliki sarana dan prasarana yang sangat lengkap dan terawat dengan baik. Tersedia gedung olahraga (GOR) yang representatif dan standar internasional untuk berbagai aktivitas fisik siswa, serta stadion sepak bola yang luas dan mendukung pengembangan keterampilan olahraga secara profesional sejak usia dini.
Selain fasilitas fisik, perhatian utama juga tertuju pada kondisi ruang kelas yang dirancang modern dan nyaman. Setiap ruang kelas telah dilengkapi dengan perangkat pembelajaran berbasis teknologi yang terintegrasi, seperti papan interaktif digital, sistem multimedia, serta akses jaringan yang mendukung pembelajaran berbasis digital. Guru dan siswa terlihat aktif memanfaatkan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar, sehingga tercipta suasana pembelajaran yang interaktif, efektif, dan menyenangkan.
Penerapan teknologi yang terintegrasi ini menjadi salah satu keunggulan yang menarik perhatian rombongan guru. Sistem pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa melalui pemanfaatan teknologi.
Kunjungan ke SD Negeri Bongdae memberikan pengalaman berharga bagi para peserta program KLIC. Selain menambah wawasan tentang sistem pendidikan di Korea Selatan, kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi para guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan pengelolaan fasilitas pendidikan yang optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan dan praktik baik antara kedua negara, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Rombongan guru pun melanjutkan agenda berikutnya dengan membawa semangat baru untuk mengimplementasikan pengalaman yang diperoleh dalam dunia pendidikan di tanah air.
(Na)

Beri Komentar